Katedral Jakarta menyambut kunjungan Superior Jenderal Serikat Jesus, Pater Arturo Sosa, S.J., beserta rombongannya di halaman depan Wisma Keuskupan pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kedatangan pemimpin tertinggi para Jesuit disambut hangat oleh Pastor Kepala Gereja Katedral, Pater Macarius Maharsono Probho, S.J.; Pastor Rekan, Pater Yohanes Deodatus, S.J.; serta Wakil Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Pater Thomas Ulun Ismoyo, Pr. Turut serta dalam penyambutan tersebut Tim Humas Katedral dan KAJ Ibu Susyana Suwadie, Diakon Yohanes Febrianto, Pr, serta perwakilan dari Orang Muda Katolik (OMK) Katedral.
Setelah penyambutan, rombongan langsung diarahkan untuk meninjau Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Gereja Katedral dengan Masjid Istiqlal. Dalam kesempatan itu, Ibu Susy menjelaskan sejarah pembangunan terowongan, termasuk detail prasasti bertanda tangan Paus Fransiskus dari kunjungan apostoliknya ke Indonesia pada tahun 2024. Ia juga memaparkan filosofi batas lorong yang mempertemukan suara lonceng gereja dan bedug, nuansa artistik desain interior terowongan, dan deretan tokoh penting yang turut meresmikan simbol toleransi tersebut.
Rombongan Pater Jenderal disambut hangat oleh pihak pengelola Masjid Istiqlal saat tiba di lokasi. Mereka diterima langsung oleh Kepala Humas sekaligus Sekretaris Anggota Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Ibu Hj. N.E. Fatimah (Ibu Neng), bersama Tim Humas, Bapak Yusuf Faozi Sobandi Truna. Rombongan kemudian diarahkan menuju ruang VVIP untuk mendengarkan paparan singkat tentang sejarah perkembangan Masjid Istiqlal dari masa ke masa. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Neng menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Superior Jenderal Serikat Jesus untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal. Setelah sesi di ruang VVIP, Bapak Yusuf mengundang rombongan untuk melihat langsung kemegahan interior Masjid Istiqlal sambil menjelaskan fungsi dan makna filosofis beberapa bagian penting bangunan. Kunjungan berlanjut ke area selasar masjid, tempat para tamu dapat menyaksikan pemandangan langsung ke arah Gereja Katedral. Di sela-sela momen tersebut, suasana mencair ketika Bapak Yusuf dengan ramah berkelakar mengajak rombongan untuk mengabadikan momen bersama. “Mari kita berfoto bersama, latar belakangnya langsung Gereja Katedral,” ujarnya yang disambut hangat oleh seluruh rombongan.
Kunjungan di Masjid Istiqlal ditutup dengan peninjauan bedug ikonik masjid, tempat Bapak Yusuf menjelaskan sejarah alat komunikasi tradisional tersebut. Suasana menjadi sangat interaktif ketika ia mengundang Pater Sosa untuk mencobanya secara langsung. Dengan penuh antusias, pemimpin Pater Sosa memukul bedug mengikuti irama yang dipandu oleh Bapak Yusuf. Setelah momen kebersamaan tersebut, rombongan berpamitan dan diantarkan oleh pihak pengelola hingga ke pintu depan Masjid Istiqlal. Dalam perjalanan kembali menuju Gereja Katedral, Pater Arturo Sosa, S.J. sempat mencairkan suasana dengan melontarkan candaan hangat kepada anggota OMK. Keramahan dan kesahajaan beliau saat menyapa menyisakan sukacita serta kesan mendalam bagi tim OMK Katedral.

Setibanya kembali di Wisma Keuskupan, Pater Sosa beserta rombongan disambut hangat oleh Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo di ruang tamu keuskupan. Pertemuan formal yang akrab ini turut dihadiri oleh Vikaris Episkopal KAJ, Pater Edi Mulyono, S.J., serta Sekretaris Jenderal KAJ, Pater Vincentius Adi Prasojo, Pr. Sambil menikmati jamuan kue khas Nusantara, Provincial Pater Bagus Laksana menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kardinal Suharyo atas sambutan yang penuh kemurahan hati. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan KAJ kepada Serikat untuk terus melayani Gereja di bidang pastoral, pendidikan, dan berbagai karya kerasulan lainnya. Di akhir pertemuan, Bapa Kardinal dan Pater Sosa saling bertukar cendera mata; Kardinal Suharyo menyerahkan lukisan lanskap Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal sebagai buah tangan ke Roma, sementara Pater Jenderal mempersembahkan majalah Jesuits 2026.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke area interior Gereja Katedral. Melangkah masuk melalui pintu utama menuju altar, rombongan menyimak penjelasan Ibu Susyana mengenai keberadaan Patung Santo Ignatius yang didedikasikan khusus di bagian depan atas gereja. Dari ruang utama, rombongan berjalan meninjau ruang sakristi sebelum akhirnya menuju Museum Katedral Jakarta. Di dalam museum, Pater Sosa berkesempatan menuliskan pesan-pesan sekaligus membubuhkan tanda tangannya. Ia tampak menyimak dengan saksama pemaparan sejarah, mulai dari kiprah para misionaris Jesuit sebagai pendahulu pimpinan Katedral, hingga napak tilas wajah para pimpinan Keuskupan Agung Jakarta dari masa ke masa. Ibu Susyana juga mengajak Pater Sosa untuk melihat langsung kursi khusus yang digunakan oleh Paus Fransiskus saat kunjungan apostoliknya ke Katedral Jakarta. Kunjungan diakhiri dengan momen spiritual di Kapel Adorasi Katedral Jakarta, di mana Pater Jenderal meluangkan waktu untuk bersujud dan berdoa. Ia menyempatkan diri untuk larut dalam keheningan yang khusyuk, menyatu dengan umat lain yang sedang berdevosi di dalam kapel tersebut.
Setelah itu, Pater Maharsono mengajak Pater Sosa meninjau Gedung Grha Pemuda, sebuah situs bersejarah yang dulunya menjadi tempat para pemuda bergerak untuk merumuskan kemerdekaan Indonesia. Saat ini, gedung tersebut difungsikan sebagai ruang alternatif bagi umat untuk mengikuti perayaan Ekaristi mingguan maupun Ekaristi khusus lainnya. Selain Grha Pemuda, Pater Sosa juga menyempatkan diri menilik area Pastoran Katedral, mulai dari lantai satu hingga ke ruang makan utama pastoran.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan malam di Gedung Grha Pemuda. Jamuan ini dihadiri langsung oleh Bapa Kardinal, para imam Katedral, jajaran pengurus Keuskupan Agung Jakarta, Dewan Pengurus Harian (DPH) Katedral, serta perwakilan Orang Muda Katolik (OMK). Seusai santap malam, suasana menjadi sangat cair dan penuh sukacita ketika teman-teman OMK mengajak Pater Jenderal untuk berfoto bersama. Dengan antusiasme khas orang muda yang dibalas dengan candaan hangat dan bersahaja dari Pater Jenderal, perjumpaan malam itu terasa begitu akrab sebelum akhirnya seluruh panitia mengantarkan beliau kembali ke kendaraan di halaman parkir depan.
Kunjungan Pater Jenderal Serikat Jesus ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta hadir seperti oase menyejukkan di tengah daya upaya merawat persaudaraan lintas iman dan budaya. Di era ketika perbedaan keyakinan dan sentimen kultural kerap dieksploitasi demi kepentingan pragmatis yang memecah-belah, perjumpaan ini menjadi kesaksian hidup yang benderang. Melalui Terowongan Silaturahmi yang melintang di antara dua rumah ibadah ikonik tersebut, kita diingatkan bahwa keberagaman bukanlah sekat pemisah, melainkan jembatan untuk saling mempersatukan. Dialog yang tercipta sepanjang kunjungan ini membuktikan bahwa perbedaan dogma tetap dapat bermuara pada persaudaraan sejati yang penuh kehangatan, rasa hormat, dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian.
Dimensi reflektif ini kian lengkap dengan keterlibatan aktif Orang Muda Katolik (OMK) yang turut merayakan momen bersejarah tersebut dengan sukacita. Di tengah gempuran tantangan global dan disrupsi zaman yang kian kompleks, generasi muda diajak menengok kembali jejak-jejak sejarah pewartaan iman para misionaris Jesuit terdahulu. Melalui keteladanan, kerja keras, dan daya tahan para pendahulu tersebut, kaum muda dapat memetik inspirasi berharga yang sangat relevan dengan perjuangan mereka saat ini. Perjumpaan ini pada akhirnya bukan sekadar seremoni belaka, melainkan estafet semangat bagi orang muda untuk terus memperjuangkan kehidupan yang lebih adil dan menjadi agen perubahan demi kehidupan bersama yang lebih setara.


