Pilgrims on Christ’s Mission

Menumbuhkan Harapan, Membentuk Karakter

Menekankan sinergi antara harapan keluarga dan proses pendidikan karakter di De Britto Sebagai Indonesia Mini

Setiap perjalanan besar berawal dari sebuah langkah pertama. Begitu pula perjalanan 284 siswa SMA Kolese de Britto Yogyakarta tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai melalui kegiatan Penyerahan Siswa dan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS), Sabtu (11/7/2026), di Aula SMA Kolese de Britto.

Momentum tersebut bukan seremoni pembuka tahun ajaran baru, melainkan menjadi awal lahirnya persekutuan pendidikan antara keluarga dan sekolah. Orang tua menyerahkan kepercayaan kepada SMA Kolese de Britto untuk mendampingi para putra bertumbuh menjadi pribadi yang utuh: cerdas secara intelektual, matang secara emosional, peka terhadap sesama, serta berakar dalam iman dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sejak pagi, aula sekolah dipenuhi suasana hangat. Para orang tua hadir untuk mengantar para putra memasuki jenjang pendidikan menengah dengan membawa harapan besar. Di balik senyum, sapaan, dan pelukan yang mengiringi perjumpaan itu, tersimpan doa agar tiga tahun ke depan menjadi masa pembentukan karakter yang akan menjadi bekal sepanjang hidup.

Rektor Pater Agustinus Sugiyo Pitoyo, S.J., memberikan peneguhan kepada para orang tua untuk mempercayakan pendidikan kepada sekolah.

 

Keberagaman para siswa baru menjadi cerminan luasnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan di SMA Kolese de Britto. Sebanyak 284 siswa berasal dari seluruh penjuru Nusantara, yaitu 161 siswa SMP yang tersebar di 66 kabupaten dan kota dari 21 provinsi di Indonesia. Para siswa datang dengan latar belakang budaya, pengalaman, dan kehidupan yang beragam. Dari sisi agama, terdapat 225 siswa beragama Katolik, 36 siswa beragama Kristen, 15 siswa beragama Islam, 4 siswa beragama Buddha, dan 4 siswa beragama Hindu. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan yang akan dipelajari bersama dalam semangat saling menghargai dan hidup berdampingan sebagai satu komunitas pembelajar.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pater Aloisius Dian Permana, S.J., selaku Kepala Campus Ministry SMA Kolese de Britto dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai ungkapan syukur sekaligus peneguhan semangat kebangsaan. Para peserta selanjutnya diperkenalkan kepada jajaran rektor, direksi sekolah, wali kelas, dan asisten wali kelas yang akan mendampingi perjalanan para siswa selama tiga tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Kolese de Britto, Robertus Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd., mengajak para orang tua untuk memahami arah pendidikan yang menjadi ciri khas sekolah Jesuit ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan di De Britto tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik, melainkan diarahkan untuk membentuk manusia yang memiliki kompetensi, hati nurani yang benar, kepedulian terhadap sesama, semangat melayani, serta kepemimpinan yang berlandaskan spiritualitas Ignasian. “Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Karena itu, setiap siswa didampingi untuk mengenali dirinya, mengembangkan talenta, dan menemukan panggilan hidupnya,” ungkap Kepala Sekolah.

Puncak acara berlangsung ketika Yohanes Heri Widodo, mewakili orang tua siswa baru, secara simbolis menyerahkan para siswa kepada pihak sekolah. Penyerahan tersebut tidak dimaknai sebagai perpindahan tanggung jawab, melainkan sebagai awal kolaborasi yang erat antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Melalui simbol sederhana ini, terbangun komitmen bahwa pendidikan hanya akan berhasil apabila sekolah dan keluarga berjalan seiring, saling percaya, saling berkomunikasi, dan saling mendukung dalam setiap proses pendampingan.

Prosesi penyerahan siswa baru dari orang tua ke sekolah pada kegiatan MPLS SMA Kolese de Britto tahun ajaran 2026/2027

 

Semangat tersebut semakin diperkaya melalui sesi inspiratif yang disampaikan oleh Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sekaligus alumnus SMA Kolese de Britto. Dalam sharingnya, Bambang mengajak para siswa baru untuk memanfaatkan masa belajar di Kolese de Britto sebagai kesempatan untuk membangun karakter, bukan sekadar mengumpulkan prestasi. Menurutnya, perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat menuntut setiap orang memiliki integritas, disiplin, semangat belajar sepanjang hayat, serta keberanian untuk melayani. Ia mengisahkan bahwa nilai-nilai yang diperolehnya selama menjadi siswa De Britto terus menjadi fondasi dalam perjalanan kariernya hingga ia dipercaya untuk memimpin salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Baginya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas karakter yang dibangun sejak usia sekolah.

Pengalaman serupa disampaikan Yudianto, orang tua Yedija Gayuh Pratama, siswa kelas XI. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak pernah lahir dari kerja sekolah semata. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka, kepercayaan yang kuat, serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak. “Sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi fondasi utama agar anak dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Setelah acara penyerahan selesai, para siswa mengikuti kegiatan Pra-MPLS di Hall Lapangan Basket. Para siswa baru memperoleh pembekalan mengenai rangkaian MPLS yang mengusung tema “Bertekun, Berpikir, Bertindak Benar” dan akan berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Seluruh kegiatan dirancang bukan hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga untuk membangun budaya belajar, karakter kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta semangat hidup bersama sebagai komunitas De Britto.

Para peserta didik baru mendengarkan penjelasan tentang proses dan dinamika selama MPLS.

 

Sementara itu, para orang tua tetap berada di aula untuk mengikuti berbagai sesi informasi mengenai kurikulum, sistem pendampingan siswa, layanan sarana dan prasarana, administrasi keuangan, hingga jejaring dan kehumasan sekolah. Dialog yang berlangsung dalam sesi tanya jawab menunjukkan antusiasme orang tua sekaligus menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang dibangun melalui keterbukaan dan komunikasi yang sehat.

Menjelang penutupan, Rektor Pater Agustinus Sugiyo Pitoyo, S.J., memberikan peneguhan yang menjadi benang merah bagi seluruh rangkaian kegiatan. Ia mengajak para orang tua untuk tidak memandang pendidikan sebagai proses menyerahkan anak kepada sekolah, melainkan sebagai perjalanan bersama yang dijalani dengan penuh kepercayaan. Menurutnya, keluarga dan sekolah dipanggil untuk menjadi rekan seperjalanan yang saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling menjaga agar setiap anak dapat bertumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan. Pendidikan yang sejati bukan hanya membentuk siswa menjadi pribadi yang sukses, tetapi juga menjadi manusia yang mampu menghadirkan kebaikan bagi orang lain, ujarnya”

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Frater Albertus Alfian Ferry Setiawan, S.J., kemudian dilanjutkan dengan pertemuan orang tua bersama wali kelas dan asisten wali kelas di ruang kelas masing-masing. Pertemuan tersebut menjadi awal terbentuknya relasi yang akan dipelihara selama tiga tahun ke depan.

Bagi 284 siswa yang datang dari 161 sekolah, 66 kabupaten/kota, dan 21 provinsi, hal ini menjadi titik awal perjalanan panjang. Para siswa hadir dengan latar belakang yang berbeda, tetapi dipersatukan dalam satu semangat yang sama: belajar menjadi pribadi yang semakin utuh dengan semangat spiritualitas Ignasian sebagai dasar.

Di SMA Kolese de Britto, pendidikan tidak dimaknai sebagai perlombaan mengejar angka atau prestasi semata. Pendidikan adalah proses membentuk manusia yang mampu berpikir kritis, mengambil keputusan dengan hati nurani, menghidupi belas kasih dalam setiap tindakan, serta menggunakan seluruh talenta yang dimiliki untuk melayani sesama.

Inilah semangat pendidikan Ignasian yang dihidupi SMA Kolese de Britto: mendampingi setiap siswa untuk bertumbuh melalui refleksi, aksi, dan pelayanan, sehingga kelak mampu menghadirkan kemuliaan Tuhan yang lebih besar

(Ad Maiorem Dei Gloriam)

 

Kontributor: Chr. Danang Wahyu Prasetio

Get in Touch With Us

More News