Catatan dari Pertemuan Extended Consult Provindo:
Dalam semangat doa dan discernment bersama, sebanyak 33 Jesuit Provinsi Indonesia berkumpul di Rumah Retret Panti Semedi, Klaten, pada 15-17 Desember 2025. Pertemuan Extended Consult ini bertujuan mencari bimbingan Roh Kudus untuk mempersiapkan suksesi kepemimpinan, menyongsong pergantian Provinsial Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. pada pertengahan 2026.
Sesuai dengan tradisi lama Serikat, setiap anggota extended consult diperkenankan untuk melakukan discernment pribadi dan bersama, serta mengajukan tiga nama Jesuit yang dianggap layak untuk menjadi provinsial. Proses ini mencerminkan keyakinan Ignatian bahwa kepemimpinan dalam Serikat muncul melalui proses mendengarkan secara cermat terhadap Roh Kudus di dalam tubuh Gereja.

Pada hari pertama, peserta bersama-sama merenungkan tantangan yang dihadapi Serikat di tingkat global, nasional, dan provinsi. Identifikasi tantangan ini membantu mengklarifikasi prioritas perutusan Provinsi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dan profil pemimpin yang dibutuhkan.
Pater José Magadia, S.J., Asisten Jenderal untuk Asia Pasifik yang mendampingi proses, memimpin Ekaristi pada hari kedua. Dalam homilinya, ia mengutip pidato Paus Leo XIV dalam Pertemuan Para Superior Mayor di Roma (24 Oktober 2025), menyoroti seruan Bapa Suci agar para Jesuit tetap siap sedia bagi perutusan Gereja hingga batas paling tepi. Batas-batas ini bukan hanya bersifat geografis, misalnya di tempat menantang seperti Kalimantan dan Papua, tetapi juga dalam konteks akademik, sosial, budaya, dan spiritual di mana kehadiran Injil sangat dibutuhkan. Menanggapi pesan Paus Leo XIV, Pater Magadia mendorong para Jesuit untuk siap sedia menerima misi-misi baru dan menantang dengan keberanian apostolik dan kepercayaan penuh kepada Allah.

Selama sesi tertutup, setiap kandidat—yang hadir tetapi tidak selama pembicaraan tentang dirinya—diberi penilaian yang jujur dan penuh hormat. Mereka kemudian diundang kembali untuk menyatakan kesediaan. Meski beberapa menyiratkan keraguan, semua menanggapi dengan syukur atas kepercayaan rekan-rekan dan menegaskan kesiapan untuk melayani di mana pun Tuhan, melalui Serikat, menempatkan mereka. Doa bersama pun dipanjatkan, menyerahkan setiap nama kepada bimbingan Roh.
Pada hari terakhir, setelah discernment lanjutan, setiap peserta menyerahkan surat suara tertutup berisi hingga tiga nama. Hasilnya akan ditelaah dalam beberapa hari mendatang sebelum diajukan kepada Pater Jenderal. Diharapkan penunjukan Provinsial baru dapat diumumkan sebelum Pekan Suci 2026.
Dalam kata penutup, Pater Magadia menegaskan bahwa proses discernment Ignatian telah digunakan selama berabad-abad dalam berbagai budaya dan konteks untuk memilih Provinsial. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pater Beni dan Pater Melkyor Pando, S.J. sebagai socius atas persiapan dan koordinasi yang cermat dalam pertemuan ini.
Pertemuan extended consult ini ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J. yang mengucapkan terima kasih kepada para peserta atas komitmen mereka dan mengundang mereka untuk melanjutkan perutusan Serikat dengan kepercayaan yang diperbarui melalui bimbingan Roh Kudus.

Para peserta merefleksikan proses Extended Consult ini sungguh terasa sebagai sebuah proses diskresi. Pater Socius mempersiapkan doa dan ibadat setiap kali memulai dan menutup sesi. Termasuk setiap kali selesai membicarakan kandidat tertentu, selalu diakhiri dengan doa untuk kandidat tersebut. Extended consult ini juga ditandai dengan refleksi dan doa pribadi. Setiap peserta diajak untuk sungguh-sungguh mendengarkan Roh Kudus, membebaskan diri dari segala bentuk kepentingan pribadi dan atau kelompok dan memikirkan yang terbaik untuk masa depan Provinsi.
Kontributor: Sch. Klaus Heinrich Raditio, S.J.


