Pilgrims on Christ’s Mission

Kobarkanlah Karunia Allah yang Ada Padamu!

Date

Pada Senin, 26 Januari 2026, bertepatan dengan Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang menahbiskan lima belas frater menjadi diakon. Para diakon baru ini berasal dari Keuskupan Agung Semarang, Tarekat Misionaris Keluarga Kudus, Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Hati Tersuci Maria, Ordo Karmel Tak Berkasut, serta empat frater dari Serikat Jesus:

  1. Andreas Agung Nugroho, S.J.
  2. Amadea P. Putra Mahardika, S.J.
  3. Frederick Ray Popo, S.J.
  4. Klaus Heinrich Raditio, S.J.

 

Perayaan Ekaristi Tahbisan dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, yang didampingi oleh Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Pater Alexius Dwi Aryanto, dan Pater Ignatius Triatmoko, MSF. Kehadiran keluarga, kerabat, serta sahabat para diakon turut menyemarakkan dan mengagungkan perayaan tersebut.

Mengangkat tema “Kobarkanlah karunia Allah yang ada padamu!” (2Tim 1:6), seruan Rasul Paulus kepada Timotius dalam bacaan pertama, para frater bertekad untuk secara aktif menjaga karunia Allah yang dicurahkan melalui penumpangan tangan Bapa Uskup, demi pelayanan kepada umat.

 

Dalam homilinya, dengan berpedoman pada Kitab Suci, khususnya surat-surat St. Paulus, Bapa Uskup Rubiyatmoko menegaskan sejumlah kualitas diakon yang harus terus diupayakan dan dijaga. Pertama, seorang diakon dipanggil untuk hidup yang terhormat dan utuh, tidak bercabang dalam tindakan maupun perkataan. Kedua, ia harus berdikari dan waspada, tidak silau oleh kenikmatan duniawi atau “menggemari anggur,” karena kemabukan duniawi akan memandulkan perutusannya.

 

Ketiga, sikap kolaboratif sangat penting; ia harus mampu bekerja sama, tidak memonopoli pelayanan untuk agenda pribadi, melainkan berbagi tugas demi kebaikan umat. Keempat, seorang diakon harus menjadi pribadi yang dapat dipercaya, bijaksana dalam menyimpan rahasia iman dan hanya menyampaikan ajaran yang membangun. Terakhir, ia dipanggil untuk hidup kudus dan rendah hati, yang diwujudkan dalam kesabaran, keprihatinan pada kaum lemah, dan jiwa yang senantiasa mengutamakan kerendahan hati.

 

Keempat Diakon Serikat Jesus yang menerima rahmat tahbisan diakon dari tangan Bapa Uskup Agung Semarang pada 26 Januari 2026. (Dokumentasi: Panitia Tahbisan Diakon)

 

Dalam perayaan tersebut, setiap diakon mengucapkan janji taat kepada Bapa Uskup atau pembesar tarekatnya. Mereka kemudian menerima penumpangan tangan, busana liturgi (stola dan dalmatik), serta Kitab Suci. Melalui ritus penumpangan tangan, para diakon menerima kewenangan untuk membantu imam dalam perayaan Ekaristi dan mewartakan Injil. Perayaan yang meriah ini ditutup dengan ramah-tamah dan resepsi di komunitas keuskupan atau tarekat masing-masing. Kini, para diakon kembali ke komunitasnya dengan tekad membara untuk mengobarkan karunia Allah, sambil menghayati doa Bapa Uskup: “Semoga Allah yang telah memulai karya baik dalam diri saudara, berkenan menyelesaikannya pula” (Filipi 1:6).

 

 

Kontributor: Tim Komunikator Jesuit Indonesia

More
articles