Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Share on telegram

Berkibarlah bendera negeriku 

Berkibarlah engkau di dadaku 

Tunjukkanlah kepada dunia 

Semangatmu yang panas membara 

Daku ingin jiwa raga ini 

Selaraskan keanggunan 

Daku ingin jemariku ini 

Menuliskan karismamu

Sepenggal syair dari lagu BERKIBARLAH BENDERA NEGERIKU itu karya Soedjarwoto  Soemarsono (Gombloh). Kali ini dinyanyikan oleh para penyandang disabilitas yang tergabung  dalam Laetitia Disability Choir (LDC) dampingan Lembaga Daya Dharma – Keuskupan Agung  Jakarta (LDD KAJ). Para anggota LDC terdiri dari para penyandang disabilitas netra dan daksa.  Mereka dengan segala kemampuan dan keterbatasannya telah berupaya merekam suara dan  gambar video dirinya bernyanyi dari tempat tinggal mereka masing-masing untuk bisa tampil  menginspirasi publik melalui kanal youtube Gue LDD pada program NADA UNTUK NEGERI (NADI)  edisi perayaan kemerdekaan RI ke 76 tahun 2021.

Bait-bait pada lagu ini semakin mendapatkan makna yang menggetarkan jiwa ketika  bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa di dunia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19.  Pada kondisi yang serba sulit ini, Sang Merah Putih mengundang seluruh anak bangsa untuk terlibat dalam aneka gerakan kreatif membangun ketangguhan warga melawan virus corona dan  dampak pandemi ini bagi kesejahteraan hidup bersama.  

Pater Christoforus Kristiono Puspo, S.J. memberikan sambutan dalam acara NADI.

Kita semua diajak untuk merayakan kemerdekaan RI ke-76 dengan terus mengobarkan  semangat merah putih, yaitu semangat berani dalam kesucian dengan cara mengambil peran berjuang  dan bekerja sama melawan penyebaran virus covid-19 dan membantu warga bangsa yang  mengalami dampak dari pandemi ini.  

Berikut ini pesan lengkap dari Romo C. Kristiono Puspo, S.J. sebagai Direktur LDD KAJ pada pengantar program NADI episode merayakan kemerdekaan Agustus 2021. “Saya atas nama  Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta, mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan  Republik Indonesia ke-76. Jayalah Indonesia. Dan tentunya dalam situasi seperti saat ini, kita diajak untuk terus berjuang, berani memperjuangkan kesadaran bersama, untuk bertumbuh bersama, dan untuk bergandengan tangan bersama di dalam situasi pandemi ini. Kita diundang untuk dengan tulus berani berjuang meretas dan menyingkirkan pandemi covid-19 secara bersama-sama. Kita perlu bergandengan tangan, roh yang sama dulu dan sekarang terus menggerakan kita untuk  berjuang melawan covid -19 ini.” 

DOMUS ISOMAN 

Salah satu gerakan bela rasa yang bertumbuh di KAJ menanggapi dampak dari pademi ini  adalah DOMUS ISOMAN. Sepercik gerakan belarasa ini untuk membantu para penyintas covid 19 agar bisa melakukan isolasi secara mandiri dan tersentral. Ide ini hadir ketika kondisi  penyebaran covid di DKI Jakarta pada periode bulan Juni s.d Agustus 2021 mengalami lonjakan 

yang sangat drastis sehingga rumah sakit dan tempat-tempat isolasi yang disediakan oleh  pemerintah mengalami kesulitan untuk melayani warga penyintas covid-19. 

Laetitia Disability Choir menyanyikan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku

Bergandengan tengan; Komisi PSE – Komisi Pendidikan – Komisi Kesehatan – dan LDD  Keuskupan Agung Jakarta bersama paroki, sekolah, kongregasi, biara, rumah sakit, pemerintah,  para relawan, dan para donatur menyelenggarakan pelayanan “isolasi mandiri terpusat” yang  diperuntukkan bagi penyintas dari warga pra sejahtera (baca: miskin).  

Salah satu penyelenggara Domus Isoman adalah Para Suster Gembala Baik. Domus  Isoman St. Maria de Fatima ini hadir berkat kolaborasi Kongregasi para Suster Gembala Baik  dengan alumni sekolah Santa Maria, Paroki Matraman, Rumah Sakit St. Carolus, KAJ, serta para  relawan dan donatur. Bertempat di komplek biara dan sekolah Santa Maria, Jatinegara, Jakarta  Timur, Domus Isoman ini akhirnya bisa melayani penyintas covid-19 dari keluarga pra sejahtera.  Sr. Magdalena Rini, RGS sebagai ketua Yayasan Gembala Baik mengungkapkan rasa syukurnya  karena bisa ikut serta mengambil bagian dari perjuangan Gereja bersama segenap umat dalam  situasi perang tanpa senjata untuk melawan penyebaran virus covid-19.  

Berikut ini adalah pesan syukur yang disampaikan oleh Sr. Magdalena, RGS dalam  program NADI di GueLDD edisi Kepak Sayap Kemerdekaan bulan Agustus 2021. “kami, para  suster Gembala Baik bersyukur, karena akhirnya pada hari ini secara resmi kami boleh ikut ambil  bagian dalam Gereja yang sedang berjuang bersama umat dalam situasi perang tanpa senjata ini.  Kami bersyukur karena kami boleh bersama-sama alumni, para donatur, dan para relawan  menyediakan tempat ini bagi saudara dan saudari kami yang membutuhkan tempat isoman.”

V O L T  

Volunteering and Leadership Training (VOLT) adalah program kaderisasi orang muda  untuk penggerak sosial bela rasa dan penerus gerakan kerelawanan di LDD KAJ. Program perdana  telah diselenggarakan LDD KAJ pada bulan Juli 2021. Desain utama dari program VOLT adalah olah  pikir, olah hati, dan olah tindak. Olah pikir agar orang muda semakin mampu memahami kondisi,  ancaman, dan tantangan sosial yang up to date dan terjadi di lingkungan hidup sekitarnya. Dari  proses ini diharapkan para peserta mampu berpikir secara kritis menemukan akar penyebab masalah dan mau terlibat memberikan sumbang pikir untuk mengatasi masalah yang ada. Olah  hati agar para peserta semakin bertumbuh menjadi generasi peduli yang memiliki hati nurani; yang tidak puas dengan keberhasilan diri jika tidak terlibat untuk memperbaiki kondisi sosial  di sekitarnya. Olah tindakan dimaksudkan agar para peserta VOLT ini bisa terlibat langsung dalam  gerakan sosial bela rasa yang diselenggarakan oleh LDD KAJ dan mitra gerakan serta oleh orang  muda ini sendiri dalam project-project sosial yang kreatif.  

VOLT virtual bersama dengan Pater Kristiono Puspo, S.J. dan Gus Wahid.

Dalam masa pandemi ini, terlebih di bulan Juli dimana eskalasi sebaran kasus covid di DKI  Jakarta menunjukkan peningkatan drastis, maka VOLT terpaksa diselenggarakan secara virtual  penuh. Sudah barang tentu banyak hal dari tujuan VOLT belum bisa dicapai. Namun kehadiran  para narasumber dalam sesi-sesi pembelajaran bersama telah memberikan makna tersendiri.  

Salah satunya adalah M. Wahid Emha yang akrab disapa Gus Wahid. Pimpinan Lembaga  Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim – Nahdatul Ulama (LPBI – NU) ini membagikan inspirasi nilai toleransi kepada peserta VOLT yang datang dari aneka latar belakang. Beliau menunjukkan fakta  perbedaan dan toleransi alamiah yang ada pada tubuh manusia. Semua alat pada tubuh manusia tidak  sama persis, namun fungsinya untuk saling melengkapi dan menguatkan. Demikian juga dalam kehidupan  sosial kemasyarakatan; setiap individu diciptakan dengan keunikan sekaligus kebebasan yang berbeda-

beda, namun perbedaan itu hendaknya dikelola untuk saling melengkapi demi terwujudnya  kesempurnaan hidup dalam perdamaian bersama. 

Selain isu keberagaman dan toleransi, ada pula isu aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, isu  lingkungan hidup dan perubahan iklim, isu hak-hak asasi manusia, isu kepemimpinan, dan isu khas bagi  anak muda terkait roadmap pencarian dan pengembangan potensi diri.  

UNTUK IBU PERTIWI 

Mengakhiri program NADI edisi merayakan kemerdekaan RI ke-76, para alumni peserta VOLT  berkolaborasi dengan tim penyelenggara VOLT yang terdiri atas para relawan muda LDD KAJ  mempersembahkan “energi emas” mereka dalam kesatuan suara untuk IBU PERTIWI ciptaan Ismail  Marzuki/Kamsidi Samsudin. Iringan musik diaransemen ulang oleh Rafael Deo Sutjipto (relawan muda  LDD KAJ).  

Kulihat ibu pertiwi 

Sedang bersusah hati 

Air matamu berlinang 

Mas intanmu terkenang 

Hutan gunung sawah lautan 

Simpanan kekayaan 

Kini ibu sedang susah 

Merintih dan berdoa 

Ibu Pertiwi, … tanah air kita Indonesia tengah bersusah hati. Bukan saja oleh pandemi Covid-19  yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, tetapi juga oleh karena nafsu tamak sebagian  warganya yang haus oleh harta dan kuasa untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan kelompoknya. Nafsu  tamak tak terkendali ini pada akhirnya mengabaikan keadilan, kesejahteraan umum, dan kemuliaan  martabat alam lingkungan hidup serta martabat manusia.  

 Energi orang muda adalah energi kita semua. Kepakan sayap untuk peduli pada negeri Semangat mengabdi Pertiwi dengan menerobos batas-batas solidaritas! 

Kulihat ibu Pertiwi 

Kami datang berbakti 

Lihatlah, putra putrimu  

Menggembirakan ibu 

Ibu, kami tetap cinta 

Putramu yang setia 

Menjaga harta pusaka 

Untuk nusa dan banga 

Kontributor : F.X. Yono Hascaryo Putro – LDD KAJ