Pilgrims on Christ’s Mission

Kecerdasan Buatan dan Manusia dalam Bingkai Pedagogi Holistik

Kunjungan Pater Jimmy Bartolo, S.J. ke SMA Kolese Gonzaga

Jumat, 24 Juli 2026, Pater Jimmy Bartolo, S.J., Sekretaris Pendidikan Menengah dan Pra Menengah Serikat Jesus, berkunjung ke SMA Kolese Gonzaga. Kunjungan tersebut diawali dengan kegiatan berkeliling lingkungan sekolah. Ditemani oleh Pater Leonardus Evert Bambang Winandoko, S.J. selaku Sekretaris Komisi Pendidikan Jesuit Conference of Asia Pacific, Pater Eduard Calistus Ratu Dopo, S.J. selaku Kepala SMA Kolese Gonzaga, Pater Emmanuel Baskoro Poedjinoegroho, S.J. selaku Superior Lokal Komunitas St. Aloysius Gonzaga, serta jajaran direksi SMA Kolese Gonzaga, salah satu tempat yang beliau kunjungi adalah Ruang Guru. Disambut dengan penuh kehangatan, Pater Jimmy menyapa dan menyalami para guru satu per satu. Di sana, Pater Jimmy juga menyemangati kami, para guru, dengan mengatakan dalam bahasa Indonesia “Gonzaga itu keren!”

 

Pater Jimmy Bartolo, S.J. dalam pertemuan bersama dengan jajaran direksi, tim moderator, tim karya pastoral, para guru, dan para senator dari SMA Kolese Gonzaga. Foto: Penulis

 

Acara dilanjutkan dengan pertemuan bersama dengan jajaran direksi, tim moderator, tim karya pastoral, para guru, dan para senator. Bertempat di Ruang Pertemuan SMA Kolese Gonzaga, kami, para guru, berdialog dengan Pater Jimmy. Dalam dialog tersebut, ia lebih banyak mendengarkan kami satu per satu. Pada pertemuan singkat tersebut, Pater Jimmy mengajukan dua pertanyaan: apa hal baik yang sudah berjalan dan apa yang masih dapat dikembangkan di sekolah ini?

Satu per satu, Bapak dan Ibu Guru yang dilibatkan dalam pertemuan tersebut menjawab kedua pertanyaan yang diajukan oleh Pater Jimmy. Beberapa poin yang sering muncul dalam dialog tersebut salah satunya adalah tantangan yang dihadapi para siswa untuk menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik. Sedikit latar belakang Pater Jimmy, sebelum menjabat Sekretaris Pendidikan Menengah dan Pra Menengah Serikat Jesus, ia merupakan rektor St. Aloysius College di Birkirkara, Malta. Berbekal pengalaman Pater Jimmy sebagai rektor, ia menjawab kekhawatiran kami dengan sebuah solusi. Seluruh siswa diperkenankan mengambil jeda sejenak sesuai dengan yang telah disepakati, semisal selama satu minggu, untuk berhenti dari segala macam tanggung jawab di dalam kelas, baik dalam bentuk tugas maupun ulangan. Para guru tidak diperkenankan memberikan tagihan nilai selama jeda waktu yang sudah disepakati. Namun, ketika jeda waktu sudah selesai, para siswa wajib kembali menjalankan perannya dalam bidang akademis dengan penuh tanggung jawab. Pater Jimmy juga mengatakan bahwa masalah semacam ini tidak hanya terjadi di sekolah ini, tetapi juga di sekolah-sekolah lain. Ia menekankan bahwa sekolah tanpa kegiatan non akademik tetap dapat disebut sebagai sekolah. Tetapi, sekolah Jesuit tanpa kegiatan non akademik tidak dapat disebut sebagai sekolah Jesuit. Hal ini justru sudah sesuai dengan misi kita yaitu membangun pendidikan yang holistik.

 

Pater Jimmy Bartolo, S.J. bersama para murid SMA Kolese Gonzaga. Foto: Penulis

 

Salah satu poin yang muncul dalam pertemuan bersama dengan Pater Jimmy adalah tantangan penggunaan AI (Artificial Intelligence) atau akal imitasi. Pater Jimmy menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa kita tidak dapat menolak perkembangan teknologi yang terjadi, apalagi menganggapnya sebagai musuh. Justru kita harus menerima, merangkul, dan memeluk perkembangan teknologi tersebut. Pater Jimmy mengarahkan agar kita mempelajarinya sehingga dapat menggunakannya dengan bijak, terlebih lagi mengarahkan para siswa untuk melakukan hal yang sama. Hal ini sudah sejalan dengan tujuan sekolah ini dalam memberikan pelatihan penggunaan kecerdasan buatan kepada para guru pada bulan Agustus 2026. Pater Jimmy juga menggarisbawahi bahwa kita harus selalu mengasah human intelligence atau kecerdasan manusiawi sehingga yang terlatih bukan hanya pikiran, melainkan juga perasaan.

Salah satu guru yang hadir, Ibu Odilia Galuh, menceritakan kegiatan Studi Ekskursi kepada Pater Jimmy. Kegiatan tersebut merupakan salah satu acara tahunan SMA Kolese Gonzaga yang dilaksanakan oleh Kelas XII. Para siswa merasakan pengalaman tinggal bersama dengan para santri di pondok pesantren selama 4 hari 3 malam. Selepas dari kegiatan tersebut, ada respons positif yang disampaikan oleh para orang tua, seperti bagaimana para siswa menjadi tidak malu untuk membawa bekal ke sekolah juga bagaimana para siswa memperlakukan sopir pribadi mereka menjadi lebih sopan. Kegiatan ini juga mendapatkan respons yang positif dari Pater Jimmy. Beliau berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan oleh sekolah karena hal-hal baik yang mampu dipelajari siswa dan kemudian dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari mereka, yaitu toleransi.

Kunjungan Pater Jimmy Bartolo, S.J. ke SMA Kolese Gonzaga menjadi momen berharga bagi seluruh warga komunitas. Melalui pertemuan singkat yang penuh makna tersebut, ia tidak hanya memberikan apresiasi atas berbagai praktik baik yang telah dijalankan tetapi juga mendorong seluruh komunitas sekolah untuk terus bertumbuh dalam menjawab tantangan zaman. Penekanannya mengenai pentingnya pendidikan yang holistik, penggunaan kecerdasan buatan secara bijaksana, serta pengembangan kecerdasan manusia semakin meneguhkan semangat SMA Kolese Gonzaga dalam membentuk pribadi-pribadi yang mampu menemukan Tuhan dalam segala hal. Omnia Ad Maiorem Dei Gloriam!

Get in Touch With Us

More News