capture imaginations, awaken desires, unite the Jesuits and Collaborators in Christ mission

Formasi Novisiat Serikat Jesus: Penantang dan Pengarung Zaman

Date

PENGANTAR

Memasuki tahun ketiga pandemi Covid-19, dunia semakin beradaptasi. Perubahan demi perubahan dan berbagai macam penyesuaian dilakukan. Berbagai usaha untuk menjaga roda kehidupan berputar, senantiasa dievaluasi dan diperbarui oleh setiap pihak. Gereja Katolik Indonesia menjadi salah satu pihak yang ikut berjuang dalam proses perubahan dan penyesuaian ini. Misa-misa di paroki dibatasi dan dilakukan secara daring. Sekolah-sekolah katolik harus memutar otak agar pendidikan karakter para murid tetap terjaga dalam situasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kunjungan ke karya-karya sosial tak seluwes dulu. Mobilitas fisik umat katolik menjadi terbatas. Semua bagian Gereja, dari pendidikan, paroki hingga sosial terdampak dan harus melakukan banyak perubahan. Lalu, bagaimana dengan bagian formasi?  Atau lebih spesifik lagi, formasi para novis Serikat Jesus Provinsi Indonesia? Perubahan dan penyesuaian semacam apa yang telah mereka lakukan? Apakah ini semua akan berdampak pada kualitas para Jesuit muda?

Kami akan memberikan gambaran umum mengenai seluk-beluk formasi Jesuit pada tahap novisiat di situasi Covid-19. Sebagai novis, kami merasa bersyukur dapat memberikan gambaran sederhana mengenai segala perubahan dan penyesuaian yang kami alami di tengah pandemi Covid-19. Kami berharap agar pembaca sekalian, sembari membaca, sesekali berhenti dan memejamkan mata sejenak untuk merasakan sensasi hidup di novisiat. Pastikan Anda duduk di tempat yang nyaman dan bersiaplah untuk kami bawa ke ‘dunia lain’. 

KAWAH CANDRADIMUKA

Novisiat Serikat Jesus Indonesia terletak di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang. Novisiat yang dikenal dengan nama Novisiat St. Stanislaus, Girisonta yang sudah ada sejak tahun 1931 ini, terus berdiri dengan kokoh sebagai kawah Candradimuka bagi para Putra Ignatius. Dalam rentang waktu itu, Novisiat Serikat Jesus telah menjadi saksi sejarah yang panjang, sembari melewati berbagai macam tantangan zaman. Setiap tantangan yang dilalui, telah, sedang, dan akan selalu menghadirkan warna formasi yang unik. 

Namun, apakah itu mengubah kualitas para Putra Ignatius yang digemblengnya? Tentu tidak. Setiap tantangan zaman yang hadir justru dijadikan sebuah kesempatan berharga untuk semakin membentuk diri terdalam setiap Jesuit. Sepanjang 90 tahun kiprahnya, Novisiat Serikat Jesus semakin membuktikan dirinya sebagai ‘penantang’ dan ‘pengarung’ zaman yang tak gentar menghadapi tantangan yang menghampirinya. Seluruh proses penyesuaian formasi dan tantangan yang menyertai justru dijadikan kesempatan untuk menciptakan banyak pengalaman formasi yang baru. 

Para novis setelah pengenaan jubah dan penerimaan salib, Agustus 2021
Dokumentasi : Arsip Novisiat Girisonta

DOMUS PROBATIONIS (RUMAH PERCOBAAN)

Novisiat merupakan waktu penyemaian paling awal benih-benih panggilan para Jesuit muda. Dalam masa novisiat ini, para novis dibimbing dan dibentuk oleh Allah, melalui berbagai macam percobaan dan pengalaman yang diberikan oleh Serikat. Tujuan dari percobaan dan pengalaman itu adalah untuk menguji dan memeriksa keberadaan panggilan Allah serta kedewasaan dan kemerdekaan para novis untuk mengikuti Allah dalam Serikat. Dan para novis memang sungguh-sungguh dicoba untuk menunjukkan keaslian motivasi mereka dalam menanggapi panggilan Allah.

MEN OF SPIRITUAL EXERCISES

Di novisiat, para novis diajak untuk mengalami Allah secara personal melalui berbagai macam kegiatan. Salah satunya dan yang menempati tempat paling utama dalam formasi para novis adalah Latihan Rohani 30 Hari. Latihan Rohani sebagai kharisma Serikat dan titik awal pembinaan, menjadi sarana yang membantu para novis untuk menyadari dirinya sebagai pendosa yang senantiasa dikasihi oleh Yesus secara personal, sama seperti yang dialami St. Ignatius Loyola dulu. Kesadaran ini mendorong para novis untuk menanggapi cinta Yesus dengan meneladani-Nya dalam segala kondisi, bahkan yang tersulit sekalipun. Percobaan-percobaan lain yang dijalani para novis menjadi sarana untuk memperkuat relasi personal dengan Yesus yang terjadi dalam Latihan Rohani. Dari segala macam gelar atau julukan yang disematkan pada Jesuit, manusia Latihan Rohani adalah julukan yang paling tepat.

IDENTITY, MISSION, COMMUNITY

Kegiatan harian novisiat memang padat, dimulai dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Secara umum kegiatan hariannya adalah doa pribadi (dua kali sehari, masing-masing satu jam), sarapan, kelas, opera (kerja tangan), eksamen (pemeriksaan batin), siesta (tidur siang), bacaan rohani, Ekaristi, studi pribadi, persiapan doa, eksamen lalu tidur malam. Melalui kegiatan harian ini, para novis dididik dan dibentuk dalam aspek kerohanian, komunitas, rasa memiliki, dan kerasulan. 

Probasi atau percobaan yang dijalani oleh para novis menjadi salah satu dasar pembentukan cara bertindak Serikat sebagai cara hidup mereka. Berbagai macam aspek ke-Jesuitan  ditanamkan melalui probasi-probasi ini, seperti kerohanian, kerasulan, hingga komunitas. Dalam menghadapi berbagai macam probasi, para novis akan langsung berhadapan dengan diri mereka sendiri dan melihat siapa mereka sesungguhnya. Ini semua nantinya akan menentukan identitas, perutusan, dan komunitas mereka sebagai seorang Jesuit sejati. 

BERJASA TANPA TANDA JASA

Proses formasi di novisiat melibatkan banyak pribadi yang hadir sebagai formator (pembimbing) untuk membina dan membimbing para novis. Dari sekian banyak pribadi yang hadir, Allah merupakan formator utama bagi para novis, melalui sarana-sarana manusiawi yang menunjang. Formator kedua adalah para novis sendiri. Dengan kedewasaan dan kebebasan yang bertanggung jawab, para novis belajar untuk berani memutuskan, menjalani, dan menghidupi pilihan-pilihannya, yang akan membentuk identitas ke-Jesuitan mereka. Formator ketiga adalah para Jesuit yang ditugaskan di novisiat untuk menemani para novis, seperti Magister dan Socius Magister. Kehadiran mereka menjadi sarana bagi Allah dan Serikat untuk hadir secara langsung menemani dan membimbing para novis. Dari para formator Jesuit inilah para novis dapat melihat dan belajar menghidupi cara bertindak Serikat yang nyata. 

Namun, formator tidaklah sebatas para Jesuit saja. Para karyawan kompleks novisiat, bahkan orang-orang luar pun dapat hadir sebagai formator yang membantu pembinaan para novis. Percobaan yang dijalani para novis mengharuskan mereka untuk berjumpa dengan masyarakat luar. Perjumpaan-perjumpaan ini membantu para novis menyadari realitas dunia luar yang terjadi. Seluruh bekal dari pembinaan yang dijalani akan menjadi berarti ketika para novis mampu mengejawantahkannya dalam kehidupan setelah di novisiat nanti. 

NO MANUAL BOOK

Formasi tidaklah didasarkan pada manual book perakitan pesawat, yang langkah demi langkahnya mutlak diikuti. Jika tidak sesuai, maka gagal terbang. Novisiat bukanlah tempat perakitan pesawat. Jawaban berbeda pasti akan didapat jika seseorang bertanya kepada beberapa Jesuit mengenai pengalaman mereka ber-novisiat, sekalipun berada dalam satu angkatan. Formasi dapat berjalan secara unik, seturut dengan apa yang dirasa lebih membantu  pribadi menemukan kehendak Allah dengan melihat gerak dari Roh Allah, Ini yang menjadi kunci dalam formasi Serikat Jesus. Kesadaran bahwa setiap Jesuit yang dibina itu unik.

Pada situasi normal, probasi yang diberikan kepada para novis adalah Latihan Rohani, Eksperimen Dalam Rumah, Eksperimen Luar Rumah, peregrinasi (berziarah  tanpa bekal selama sepuluh hari), dan probasi hidup harian seperti berkomunitas, memimpin ibadat, hingga tanggung jawab tugas rumah. Dalam proses menghidupi setiap probasi itu, para novis senantiasa dihadapkan pada tantangan-tantangan yang begitu personal untuk menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya. 

Berdoa memohon penyertaan Bunda Maria sebelum menjalani peregrinasi.
Dokumentasi : Arsip Novisiat Girisonta

BERHENTI BUKAN PILIHAN

Namun, apakah dengan berkutat dengan ‘situasi normal’ dapat merubah apapun? Tidak. Pandemi bukan menjadi penghalang yang membuat formasi tiba-tiba berhenti, namun sebagai tantangan yang mesti diarungi. Perubahan yang terjadi wajar dilakukan karena segalanya mesti menyesuaikan. Penyesuaian demi penyesuaian selalu dilakukan agar masa formasi para novis tidak terganggu. Memang, baik novis maupun formator harus memutar otak agar formasi tetap bisa berjalan. Beberapa kegiatan terpaksa terhenti seperti kerasulan stasi dan follow-up Latihan Rohani (biasanya bekerja di luar). Selain itu, Eksperimen Luar Rumah, di mana para novis dikirim keluar untuk bekerja di rumah sakit, pabrik, dan tempat pembangunan proyek diadaptasi menjadi semi luar rumah dengan bekerja di rumah sendiri.

Semua penyesuaian formasi yang ada di novisiat merupakan metode untuk mendalami kehidupan menjadi Jesuit. Sudah pasti bahwa penggemblengan yang terjadi di novisiat ingin mengajak setiap novis untuk memahami diri dan mengolah setiap pergulatan yang terjadi. Hidup dalam komunitas merupakan sarana melatih kerja sama. Sehingga, pengenalan akan diri sendiri dan kerja sama menjadi cara bertindak yang mulai dihidupi semenjak masa novisiat. 

BAGAIKAN LENTERA HARAPAN

Pada akhirnya, para novis diajak untuk terus merefleksikan setiap pengalaman yang terjadi. Metode refleksi membawa pada kesadaran bahwa hal sesederhana apapun yang dilakukan memiliki maknanya tersendiri. Kedalaman spiritual ini akan menumbuhkan kedalaman intelektual dalam diri setiap novis. Pengalaman novisiat memberi kesempatan bagi para novis untuk menghidupi semangat contemplative in action (kontemplatif dalam tindakan) dengan kedalaman spiritual dan intelektual. 

Sebagai orang zaman ini, patutlah sebagai novis, kami bersyukur pernah dan akan terus mengalami pengalaman digembleng sedemikian rupa. Apa yang telah kami terima selama masa novisiat begitu berguna dalam formasi berkelanjutan seterusnya untuk menghidupi semangat sebagai seorang utusan yang siap sedia ditempatkan di mana pun. 

The world is our home.

Hieronimus Nadal

Kontributor : Adrianus Raditya,nS.J. – Laurensius Herdian, nS.J. – Petrus Guntur, nS.J.

More
articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *