Pilgrims of Christ’s Mission

Tahbisan

Tahbisan

“Berdamailah Dengan Pembimbing Tesis Kalian!”

Reportase Tahbisan Diakon 2022 “Terimalah Injil Yesus Kristus ini dan berusahalah supaya apa yang Anda bacakan, Anda percayai; yang Anda percayai, Anda ajarkan; yang Anda ajarkan, Anda laksanakan.” Demikianlah amanat integritas dari Bapak Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko kepada keempat frater ketika menerimakan tahbisan Diakon yang diadakan pada tanggal 5 Mei 2022 di Gereja St. Antonius Padua – Kotabaru, Yogyakarta.  Mereka yang menerima tahbisan Diakon adalah: Fr. Yohanes Harry Kristanto, S.J., Fr Yohanes Deodatus, S.J., Fr. Fransiskus Asisi Wylly Suhendra, S.J. Tahbisan Diakon tahun 2022 terasa istimewa karena bersama ketiga frater Jesuit, ditahbiskan juga satu frater dari Keuskupan Agung Merauke (KAMe) Fr. Stefanus Mahuze, Pr yang selama ini tinggal di Kolese St. Ignatius (Kolsani) sambil menempuh studi teologi di FTW-USD.  Perayaan Ekaristi tahbisan diakon mengambil tema: “Jadikanlah Kami Pelayan Damai”. Dalam khotbahnya, seperti biasa Mgr. Rubiyatmoko melakukan dialog dengan keempat frater tentang apa makna tema tahbisan yang telah mereka pilih. Bagi keempat frater, tema tersebut dipilih karena kata “damai” ternyata dekat dengan perjalanan panggilan mereka. Damai adalah sesuatu yang senantiasa dirindukan karena damai adalah Kristus. Dalam kesempatan itu, para frater sungguh berharap agar dapat menghadirkan damai, baik damai bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan masyarakat.   Tidak ada perutusan baru yang diberikan oleh Pater Provinsial kepada para diakon baru. Sebagai pesan penutup Pater Provinsial memberikan perintah kepada mereka untuk menyelesaikan studinya sebagai bentuk konkrit atas tema tahbisan yang mereka pilih “Berdamailah dengan pembimbing tesis kalian! Berdamailah dengan buku-buku teologi!”. Sementara itu, Pastor John Kandam, sebagai perwakilan dari Keuskupan Agung Merauke (KAMe) mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas tambahan satu tenaga lagi bagi keuskupannnya. Menurut Pastor John, KAMe sekarang sedang mempersiapkan tenaga pastoral yang berkualitas untuk berkarya di Papua Selatan. Ia berharap Kolsani selalu terbuka dan tidak bosan bila ada anggota KAMe yang mau belajar disitu.  Meskipun berlangsung secara terbatas, perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon berlangsung secara khidmat dan lancar. Banyak umat dan nostri yang ikut terlibat melalui live streaming yang disiarkan secara langsung via kanal Youtube Jesuit Indonesia dan Komsos Gereja Kotabaru. Setelah perayaan Ekaristi, para diakon baru, Bapak Uskup, Pater Provinsial, keluarga dan tamu diundang untuk beramah tamah di Kolsani.  Tahbisan Diakon sudah selesai dilaksanakan. Kini para diakon kembali ke Kolsani untuk segera menyelesaikan studi teologi mereka. Kita dukung dan doakan mereka agar sungguh menjadi Pelayan Damai dalam persiapan mereka menyambut tahbisan Imamat kelak! Kontributor : Fr. Andreas Aryono Mantiri, S.J.

Tahbisan

Tahbisan Diakon Delapan Skolastik Jesuit di Madrid

Delapan skolastik Jesuit internasional menerima tahbisan diakon dari Uskup Agung Madrid, Kardinal Carlos Osoro, pada 5 Februari 2022, pukul 18.00 waktu setempat di Gereja SS Fransiskus Xaverius dan Aloysius Gonzaga, Mártires de la Ventilla, Madrid. Kedelapan diakon baru tersebut adalah Leonargo Angius (Italia), José Castillo (Spanyol), Savio Fernández (India), Paulus Hastra Kurdani (Indonesia), Antranik Kurukian (Libanon), Cristiano Laino (Italia), Michael N Manalastas (USA) , dan Joan Morera (Spanyol). Kedelapan diakon ini sedang menempuh studi teologi di Universitas Kepausan Comillas, Madrid. Karena pandemi, rangkaian acara tahbisan diadakan secara terbatas sesuai peraturan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan Spanyol. Banyak anggota keluarga dan kerabat dari para diakon tertahbis tidak dapat hadir karena adanya pembatasan dan prosedur resmi dari pemerintah setempat, termasuk keluarga Frater Dani dari Indonesia yang tidak dapat hadir. Hanya beberapa skolastik yang sedang belajar di sana yang dapat mendukung dan memberikan ucapan selamat kepada Frater Dani. Berikut adalah tautan video pendek dari rangkaian acara tahbisan. Dalam homilinya, Kardinal Carlos menggarisbawahi peristiwa 500 tahun pertobatan Santo Ignatius Loyola. Pertobatan ini merupakan proses dengan empat momen penting dalam hidup Ignatius, yaitu luka, pertobatan, kekudusan, dan perutusan. Dari semua pengalaman pribadinya, ia menjadikan Yesus Kristus sebagai pusatnya. Ia benar-benar melihat dan mendengarkan Dia dalam setiap keadaan dan melayani dengan segenap kemampuannya. Kardinal Carlos menceritakan pengalaman St. Ignatius saat berbicara dengan delapan diakon baru yang telah ditahbiskan dalam keluarga Ignatius. Ia mengajak kedelapan diakon untuk mengasihi dan melayani Tuhan dengan cara menjadi lebih dekat dengan umat-Nya. Ketika pembacaan Injil Lukas tentang Petrus dan kawan-kawannya yang dibantu oleh Yesus Ketika menjala ikan, Kardinal Carlos juga mendorong para diakon tertahbis untuk berani masuk lebih dalam ke dalam diri sendiri dan melangkah lebih jauh demi melayani sesama. Ia menutup homili dengan mengajak kedepalapn diakon untuk berani mendengarkan dan hidup sesuai firman Tuhan. “Jadilah berani seperti St. Ignatius yang berani menghadapi segala keadaan dan rintangan,” pungkasnya. Seluruh perayaan tahbisan diakon ini diiringi dengan musik sederhana tetapi khidmat yang dibawakan oleh seorang skolastik asal Italia, Andrea Bonavita. Lagu-lagu dan musiknya diaransemen dalam berbagai bahasa seperti Italia, India, Indonesia, dan Libanon. Di penghujung acara, Frater Dani menyampaikan ucapan penuh sukacita dan terima kasih kepada Kardinal Carlos, seluruh koordinator acara perayaan ini, dan semua umat yang hadir. Setelah tahbisan diakon, kedelapan orang ini harus menyelesaikan studi di Comillas dalam empat bulan ke depan. Setelah studi selesai, mereka biasanya kembali ke Provinsi asal untuk melaksanakan perutusan baru dari Pater Provinsial masing-masing.  Kontributor : Frater David Sakda Meedchawdoy, S.J., mahasiswa Teologi Universitas Kepausan Comillas, Madrid

Tahbisan

Kisah Kecil tentang Sukacita

Sungguh terasa ada kegembiraan dan rasa syukur atas ditahbiskannya delapan diakon Serikat Jesus Provinsi Indonesia menjadi imam oleh Bapak Uskup Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, pada Kamis, 19 Agustus 2021 di Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta. Karena kasus Covid-19 tetap menjadi perhatian besar, penyelenggara membatasi jumlah umat yang hadir. Hanya sejumlah kecil anggota keluarga para diakon dengan hasil tes PCR negatif yang diizinkan untuk hadir. Semua orang yang hadir dalam perayaan ini juga diharuskan memiliki keterangan negatif Covid-19 berdasar tes PCR. Memang banyak orang yang tidak bisa mengalami kemeriahan perayaan tersebut, tetapi mereka justru dapat merasakan kekhidmatan dan kegembiraan melalui misa yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Jesuit Indonesia. Para imam yang baru ditahbiskan (neomis) itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pater Martinus Juprianto Bulu Toding adalah salah satu yang berasal dari Kalimantan. Kalimantan juga menjadi karya misi baru bagi Serikat Jesus Provinsi Indonesia. Empat imam baru lainnya, yaitu Pater Fransiskus Pieter Dolle, Pater Aluisius Dian Permana, Pater Philipus Bagus Widyawan,  dan Pater Alfonsus Ardi Jatmiko berasal dari Keuskupan Agung Semarang. Dua diantaranya berasal dari paroki-paroki yang digembalakan oleh imam Jesuit. Pater Hugo Bayu Hadibowo, berasal dari Keuskupan Agung Jakarta. Dua lainnya, Pater Martinus Dam Febrianto dan Pater Evodius Sapto Jati Nugroho, berasal dari dua keuskupan di Sumatera, yaitu Keuskupan Lampung dan Keuskupan Pangkalpinang. Misa tahbisan dipimpin oleh Bapak Uskup Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang, dengan didampingi dua konselebran, Pater Provinsial Benedictus Hari Juliawan, S.J. dan Rektor Kolese St. Ignatius Pater Ignasius Aria Dewanto, S.J. Dalam homilinya Bapak Uskup Rubiyatmoko menegaskan bahwa kita dipanggil untuk menjadi manusia pendoa, manusia injil, dan manusia gereja. Dengan membawa tema tahbisan Berbagi Kasih Karunia dan Kasih Tuhan dengan Sukacita para imam baru ini tampak bersemangat dan siap sedia memberikan kesaksian iman melalui tindakan nyata dalam pelayanan kepada Tuhan dan seluruh umat. Bagi Serikat Jesus Provinsi Indonesia, peristiwa tahbisan benar-benar merupakan suatu kebahagiaan. Karena pandemi, tahbisan imamat untuk mereka menjadi tertunda selama lebih dari satu tahun. Pada bulan Juni dan Juli 2021 ini, Indonesia mencatat rekor tertinggi infeksi dan kematian akibat Covid-19. Sebagian besar masyarakat harus berjuang melawan Covid-19 dan kegiatan sosial dan ekonomi juga sangat dibatasi oleh pemerintah. Bagi para imam baru tertahbis, konteks ini pastilah akan menjadi perhatian bagi pelayanan dan hidup doa mereka di masa depan. Kontributor : Pater Nikolas Kristiyanto, S.J.

Tahbisan

Witness of Love

The Archbishop concluded his homily by asking to pray to the Lord that through the ordination, He gives them Holy Spirit for the deacons enabling them to become a witness of love. The ordination is the sign of absolute obedience to Christ. The Archbishop wants the deacon to remember the obedience of Christ as a servant and living example of his witness of love.