Pilgrims on Christ’s Mission

Berbuka Puasa Bersama di Gereja Gedangan

Mensyukuri Keragaman

Pada Sabtu, 14 Maret 2026 lalu, Gereja Gedangan menjadi tempat terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama yang diinisiasi oleh Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki Harian Gereja St. Yusup Gedangan. Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun persaudaraan dengan saudara-saudari yang berbeda keyakinan, khususnya umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Berkolaborasi Untuk Melayani
Acara ini merupakan hasil kolaborasi lintas bidang pelayanan di Gereja St. Yusup Gedangan. Meskipun dipelopori oleh Bidang Pelayanan dan Kemasyarakatan, kegiatan ini juga didukung oleh Bidang Pewartaan serta Bidang Paguyuban dan Persaudaraan Gereja. Berbagai tim pelayanan ikut mengambil bagian sebagai panitia yang mendukung terselenggaranya acara ini, di antaranya OMK, PIR, PPA, Lektor, serta tim Liputan. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam pelayanan, sekaligus menunjukkan bahwa karya sosial dan kemasyarakatan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Sebanyak 30 anak dari Panti Asuhan Ikhlasul Amal Semarang hadir dalam kegiatan Buka Puasa Bersama ini, didampingi oleh dua pendamping panti, salah satunya Kepala Panti Asuhan Ikhlasul Amal. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Bapak Camat Semarang Timur, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), serta beberapa anggota Dewan Pastoral Paroki Harian Gereja St. Yusup Gedangan.

Pukul 15.30 WIB para tamu undangan dan anak-anak Panti Asuhan Ikhlasul Amal mulai berdatangan ke Ruang van Lith, Gereja St. Yusup Gedangan. Kegiatan dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pater Benedictus Cahyo Christanto, S.J., selaku Pastor Kepala Paroki St. Yusup Gedangan, sebagai ucapan selamat datang serta menyampaikan pesan-pesan terkait acara ini. Sambutan juga disampaikan oleh Bapak H. Abdul Jawad, RD, selaku Ketua FKUB Kecamatan Semarang Timur, dan oleh Bapak Usman selaku Kepala Panti Asuhan Ikhlasul Amal, Semarang.

Tamu undangan yang terdiri dari para pengurus Panti Asuhan Ikhlasul Amal Semarang, Bapak Camat Semarang Timur, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), serta beberapa anggota Dewan Pastoral Paroki Harian Gereja St. Yusup Gedangan. (Foto: Penulis)

 

Keceriaan dalam Game Bersama
Usai mendengarkan beberapa sambutan yang hangat dan membangun, seluruh tamu undangan dan panitia terlihat seru bermain beberapa permainan. Pertama, susun piramida dari gelas kertas menggunakan tali rafia. Para undangan, khususnya anak-anak, terlihat sangat bergembira dan bersemangat, meskipun mereka sedang menahan rasa lapar dan haus karena berpuasa. Dalam game pertama ini, terdapat 3 kelompok yang membawa pulang snack tower karena berhasil menjadi 3 kelompok tercepat dalam menyelesaikan susunan piramida dan menjadi pemenang game.

Dengan antusiasme yang tinggi, kami melanjutkan kegiatan dengan game kedua, yaitu “Keluar dari Jebakan.” Pada game ini, peserta diminta untuk keluar sesegera mungkin dari lingkaran tali yang sudah disediakan. Cukup berbeda dari game pertama tadi, pada game kedua ini, panitia justru memberikan hadiah kepada peserta yang kalah, atau menjadi orang terakhir yang keluar dari lingkaran. Hadiah tersebut berupa kasih sayang yang hadir dalam bentuk usapan bedak bayi di wajah orang tersebut. Romantis, bukan?

Mendengarkan dan Berbagi Kasih
Setelah bersenang-senang dengan aneka game, para tamu undangan mendengarkan tausiah dari KH. Abdul Qodir, Lc. MA. Dengan gaya yang santai dan menyenangkan, pesan-pesan yang dibagikan oleh KH. Abdul Qodir diterima dengan baik oleh seluruh peserta maupun panitia. Acara dilanjutkan dengan mendengarkan sepatah dua patah kata dari Bapak Akbar Ali Nurdin, S.H., Kp., Camat Semarang Timur.

Sukacita dalam perjumpaan, keseruan dalam bermain game, dan pesan-pesan kasih itu menjadi begitu spesial saat berbuka puasa. Kami mengambil sikap doa untuk bersama-sama melakukan doa buka puasa, lalu mengambil takjil yang sudah tersedia. Usai menikmati takjil yang enak dalam suasana penuh sukacita, tamu undangan dan seluruh panitia berpindah ke ruang Suradibrata untuk bersama-sama menyantap makan malam dan berbuka puasa. Kami makan bersama sambil berbincang-bincang hangat.

Para peserta buka puasa bersama yang terdiri dari 30 anak dari Panti Asuhan Ikhlasul Amal Semarang, para pengurus panti, tamu undangan, dan panitia berfoto bersama setelah kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Gereja Santo Yusup Gedangan. (Foto: Penulis)

 

Suasana buka puasa yang begitu istimewa itu meninggalkan kesan mendalam. Para tamu undangan meninggalkan Gereja Gedangan dengan hati yang gembira, yang nampak dari wajah penuh sukacita dan senyuman yang indah. Tak lupa pula, para undangan membawa pulang suvenir yang sudah disiapkan khusus untuk mereka.

Melalui kegiatan bersama ini, diharapkan semangat persaudaraan, kepedulian, dan toleransi antarumat beragama di wilayah Gereja St. Yusup Gedangan secara khusus, dan umat Katolik secara umum dapat terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat. Sukacita dan persaudaraan yang begitu indah malam itu kiranya dapat menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling mengenal, melainkan kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih erat dan lebih bersahabat. Semoga semangat kebersamaan dan toleransi yang terbangun dalam kegiatan ini dapat terus terpelihara dan menginspirasi langkah-langkah pelayanan selanjutnya.

Get in Touch With Us

More News