Awal Mula Novisiat Serikat Jesus
Ada satu tanggal bersejarah Serikat Jesus yang mungkin luput dari perhatian namun layak untuk diingat: 20 September 1565. Pada hari itu, Santo Fransiskus Borgia menetapkan “Ordo Domus Probationis seu Novitiorum,” yakni norma yang mengatur rumah probasi —atau novisiat— dalam Serikat Jesus. Novisiat Santo Andrea al Quirinale, yang kelak menjadi simbol utama formasi Jesuit di Roma, baru mulai dibentuk pada tahun berikutnya. Keduanya merupakan peristiwa yang berbeda namun lahir dari kebutuhan yang sama, yaitu menyediakan struktur yang lebih stabil dan seragam bagi formasi para novis. Oleh karena itu, kedua kisah tersebut layak dihadirkan secara bersamaan.
Hanya 25 tahun setelah didirikan, Serikat Jesus berkembang pesat dan jumlah orang muda yang ingin bergabung pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Santo Ignatius telah meletakkan prinsip-prinsip dasar mengenai discernment dan masa percobaan bagi para calon dalam Konstitusi, sementara di berbagai Provinsi, pengalaman-pengalaman praktis mulai berkembang dan—selangkah demi selangkah—membentuk metode formasi yang sesungguhnya. Meski begitu, belum ada format umum yang diterapkan di seluruh Provinsi, dan di Roma pun belum tersedia rumah yang mampu menampung seluruh novis.
Oleh karena itu, penerus Ignatius, Diego Laínez, harus membagi penempatan mereka di antara Casa Professa, Collegio Romano, dan rumah-rumah lain di kota tersebut. Upaya untuk mengatasi situasi ini muncul pada tahun 1564, ketika sebuah tempat tinggal khusus bagi para novis disiapkan di dekat Gereja Santa Maria della Strada, tempat Gereja Gesù kelak akan didirikan. Tempat itu dilengkapi dengan ruang penerima tamu, kamar-kamar, serta ruang untuk Misa, pertemuan rohani, dan rekreasi. Tentu saja, ini hanyalah solusi sementara, dan kenyataan bahwa jumlah novis terus bertambah segera membuktikannya. Pada tahun 1565, Casa Professa sudah menampung sekitar tiga puluh novis; sebanyak 28 orang lainnya tinggal di Collegio Romano, sementara sekitar tiga puluh orang telah dikirim ke Collegio Germanico untuk masa probasi awal. Pada bulan Oktober tahun yang sama, 44 orang lainnya diterima. Serikat tersebut tidak lagi sekadar membutuhkan ruang baru, sehingga perlu ditetapkan kerangka kerja bersama untuk pembinaan para novis, di mana pun mereka berada.

Kerangka kerja tersebut sebenarnya tidak muncul begitu saja, melainkan bersumber dari praktik-praktik yang telah berkembang dan disempurnakan secara bertahap di rumah-rumah probasi yang pertama. Juan de la Plaza, magister novis di Córdoba dan Granada (Spanyol), memainkan peran penting dalam membantu merumuskan jadwal, latihan, dan metode pembinaan. Justru di sekolahnya Alonso Ruiz dilatih dan kemudian oleh Laínez, ia dipanggil ke Roma pada tahun 1564 untuk mendampingi para novis. Dengan demikian, telah terkumpul pengalaman yang kaya dan siap untuk dihimpun serta disusun secara sistematis menjadi model bersama bagi seluruh Serikat.
Persoalan ini akhirnya sampai ke Kongregasi Jenderal (KJ) ke-2 dan menjadi salah satu prioritas Santo Fransiskus Borgia setelah terpilih sebagai Superior Jenderal. Catatan sejarah novisiat Roma mengisahkan bahwa begitu KJ berakhir, salah satu hal pertama yang menjadi perhatian utama Borgia adalah pemberlakuan peraturan bagi rumah probasi. Pada 20 September 1565, menjelang pesta Santo Matius, Ordo Domus Probationis (Norma dan Aturan Rumah Probasi) dibacakan di hadapan umum dan Borgia menegaskan agar peraturan tersebut dipatuhi “dengan penuh kesungguhan” sejak hari itu juga.
Tata tertib tersebut memberikan peran sentral kepada magister novis, yang ditugaskan untuk mendampingi setiap calon secara pribadi dan menyesuaikan formasi dengan kemampuan masing-masing. Keseharian mereka diisi dengan kegiatan yang bergantian antara doa, Misa, pengajaran mengenai Peraturan dan Konstitusi, kerja fisik, pemeriksaan batin, serta kehidupan komunitas. Hal ini bukan sekadar soal mengatur kehidupan sehari-hari; tujuannya adalah membentuk kebiasaan batin, mendidik novis untuk mengenal diri sendiri, memeriksa niatnya, serta melatih ketaatan dan kerendahan hati. Bahkan, pembicaraan yang dilakukan setelah sesi pengajaran pun dimaksudkan untuk membantu menerjemahkan apa yang telah dipelajari ke dalam kehidupan nyata, karena tidak akan banyak gunanya jika hal itu hanya tinggal “sebatas di dalam akal” saja. Alonso Ruiz sendirilah—yang saat itu telah dikukuhkan dalam jabatannya oleh Borgia—yang menerapkan peraturan baru tersebut di Roma dengan membimbing para novis melalui berbagai pelajaran, ceramah rohani, dan latihan-latihan. Di antara mereka yang dilatih di bawah bimbingannya adalah seorang pemuda asal Polandia, Stanislaus Kostka, yang tiba di Roma pada tahun 1567. Di antara naskah-naskah peninggalan sang santo, terdapat pula salinan peraturan tarekat yang ditulis dengan tangannya sendiri—sebuah tanda penting yang menunjukkan bagaimana aturan-aturan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para novis.

Namun, para novis di Roma masih membutuhkan tempat tinggal yang tetap. Solusinya muncul pada tahun 1566 di sekitar Gereja kecil Santo Andrea a Monte Cavallo, di Bukit Quirinal. Berkat kemurahan hati Putri Giovanna dari Aragon—yang menyediakan beberapa properti serta dana abadi dalam jumlah besar—novisiat baru pun didirikan. Menjelang Pesta Santo Andreas pada tahun yang sama, sebagian novis sudah mulai tinggal di sana. Dari cikal bakal itulah kemudian lahir Novisiat Santo Andrea al Quirinale yang kelak menjadi tempat pelatihan bagi Jesuit dari seluruh penjuru dunia.
Dengan demikian, Ordo Domus Probationis dan Novisiat Santo Andrea merupakan dua tahapan dari proses yang sama: yang pertama memberikan struktur bersama bagi pengalaman-pengalaman yang sebelumnya masih terpisah-pisah, sementara yang kedua menyediakan tempat tinggal tetap bagi para novis di Roma. Pada akhir abad ke-16, ordo/aturan tersebut diintegrasikan ke dalam Regulae Societatis Iesu dan—dengan beberapa penyesuaian—pada dasarnya tetap tidak berubah selama hampir empat abad. Lebih daripada fakta lainnya, mungkin justru ketahanan jangka panjang inilah yang menunjukkan betapa pentingnya peristiwa pada 20 September 1565.
Diterjemahkan oleh Wahyaka (Sekretariat Provindo) dari artikel berjudul “The Origins of the Novitiate of the Society of Jesus: The Ordo Domus Probationis Seu Novitiorum” https://www.jesuits.global/2026/09/20/the-origins-of-the-novitiate-of-the-society-of-jesus-the-ordo-domus-probationis-seu-novitiorum/


